Uncategorized

Bolehkah Memberikan Hadiah Ulang Tahun Dalam Islam? Simak!

3 Referensi Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Anak - Lifestyle Katadata.co.id

Sebagian dari kita umat muslim tentu pernah bertanya-tanya terkait, contoh ucapan selamat ulang tahun Islami? Bolehkah mengucapkan selamat ulang tahun? Tentu hal ini merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan. Atau mungkin kamu pernah mendapatkan ucapan ulang tahun islami seperti barakallah fii untuk dsb.

Biasanya ucapan tersebut dilontarkan lewat media sosial ketika ada teman atau saudara yang sedang berulang tahun. Benar saja, ucapan tersebut memang sering diucapkan dan memiliki unsur doa. Ketika ada teman atau saudara yang sedang berulang tahun, rasanya ucapan tersebut tidak salah jika diucapkan.

Dengan banyaknya orang yang mengucapkan barakallah fii umrik, tentu sebagian ada yang bertanya apa arti dari kata-kata tersebut? Ada baiknya kita memang harus mengetahui artinya sebelum mengucapkan ucapan tersebut.

Selain itu tentu kita juga harus tahu, apa hukum mengucapkan selamat ulang tahun dalam Islam. Dengan begitu kita akan lebih tenang dan paham atas apa yang kita lakukan. Nah berikut ini penjelasan tentang arti barakallah fii umrik dan hukum mengucapkannya dalam agama Islam.

  1. Arti dari Barakallah fii umrik

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa, arti dari Barakallah Fii Umrik sangat penting untuk kita ketahui, apalagi kita sering mengucapkannya. Nah, arti dari kata tersebut yaitu semoga Allah memberkahimu. Dikarenakan arti kata tersebut sangat baik, maka tak heran banyak orang yang menggunakannya.

Nah mengenai hukum mengucapkan barakallah fii umrik atau ucapan selamat ulang tahun, kami mendapatkan informasi yang didapat dari laman NU Online, di mana terdapat dalil qiyas terkait hal tersebut. Tentu kita perlu mebqiyaskan hal tersebut dengan apa yang dilakukyolehbpara sahabat nabi sebagaimana riwayat berikut.

Imam Bukhari telah meriwayatkan bahwa ketika sahabat Ka’ab bin Malik menerima kabar gembira dari Rasulullah SAW terkait penerimaan taubatnya sahabat Thalhah bin Ubaidillah yang menyampaikan kepadanya ucapan selamat (tahni’ah). Berdasarkan riwayat ini, bisa dipastikan bahwa ucapan selamat ulang tahun adalah mubah, namun beberapa ulama menganggapnya Sunnah.

Ada pun riwayat tersebut menjelaskan bahwa, Rasulullah shalla Allahu alaihi wa salam memberi tahu kepada kami terkait diterimanya taubat Subuh. Saya (Ka’ab bin Malik) sedang berjalan menuju Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama, lalu para sahabat menemui sayansecara berkelompok seraya mengucapkan selamat. Mereka berkata: “Selamat atas diterimanya taubatmu oleh Allah”(HR al-Bukhari).

  1. Jawaban dari Ucapan Barakallah Fii Umrik

Selepas kita tahu tentang arti barakallah fii umrik, tentu kita harus bisa menjawabnya ketika mendapat ucapan tersebut. Apalagi jika makan dari ucapan tersebut memiliki makna yang sangat baik. Hampir tidak jauh berbeda dengan salam yang saling mendoakan tentang kebaikan, tentunya ada jawaban yang setimpal untuk ucapan kebaikan seperti barakallah fii umrik, nah jika kamu ingin membalasnya maka sebagai berikut.

  • Wa Fiiki Barakallah: Semoga Allah juga memberkahimu (pria)
  • Wa Fiiki Barakallah: Semoga Allah juga memberkahimu (wanita)
  • Wafiikum Barakallah: Semoga Allah juga memberkahi kalian semua (Jamak)
  1. Hukum merayakan dan memberi hadiah ulang tahun

Jika mengucapkan barakallah fii umrik diperbolehkan, apakah merayakan dan memberi hadiah juga diperbolehkan? Tentu kamu pernah bertanya-tanya soal hal ini bukan? Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa, ucapan tersebut memiliki arti yang baik. Beberapa ulama menganggap bahwa ucapan tersebut merupakan Sunnah dengan catatan bahwa, tanpa ada unsur Munkar di dalamnya.

Supaya lebih jelas lagi, kami akan menjelaskan hukum berdasarkan dari kitab “al-iqna” juz 1 hal: 162, yang dikutip dari laman NU Online.

Artinya : “Imam Qommuli berkata : kami belum mengetahui pembicaraan dari salah seorang ulama kita tentang ucapan selamat hari raya, selamat ulang tahun tertentu atau bulan tertentu, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak orang, akan tetapi al-hafidz al-Mundziri memberi jawaban tentang masalah tersebut : memang selama ini para ulama berselisih pendapat, menurut pendapat kami, tahni’ah itu mubah, tidak sunnah dan tidak bid’ah, Imam Ibnu Hajar setelah mentelaah masalah itu mengatakan bahwa tahni’ah itu disyari’atkan, dalilnya yaitu bahwa Imam Baihaqi membuat satu bab tersendiri untuk hal itu dan dia berkata : “Maa ruwiya fii qaulin nas” dan seterusnya, kemudian meriwayatkan beberapa hadits dan atsar yang dla’if-dla’if.

Selain itu kita juga harus mengetahui bagaimana hukum merayakan ulang tahun. Ternyata memberi hadiah ulang tahun memang diperbolehkan asal tidak memberatkan diri sendiri. Hal tersebut terdapat dalam H.R Bukhori, No. 2585:

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.”

Nah, itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan terkait hukum merayakan ulang tahun dan arti dari Barakallah fii umrik. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, terimakasih.