Uncategorized

Diguncang Gempa, 11 Kebutuhan Mendesak yang Dibutuhkan Para Pengungsi

Gempa bumi yang melanda lokasi Majene, Sulawesi Barat dilaporkan banyak mengakibatkan korban jiwa.Dari info BNPB kepada Pikiran-Rakyat dilaporkan bahwa diketahui sebanyak delapan orang meninggal dunia, sekitar 637 orang luka-luka.

 

Dari perkiraan BNPB, sekitar 15.000 orang akan mengungsi gara-gara daerah tinggal mereka mengalami kerusakan.
BNPB juga mengungkapkan tersedia 10 titik pengungsian yang akan menampung korban gempa tersebut, diantaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua .

Ulumanda Dan Kec. Malunda, dan Kec. Sendana.
Untuk menopang korban-korban tersebut, pihak BNPB mengungkapkan beberpa keperluan mendesak yang terlalu diperlukan saat ini, diantaranya: sembako, selimut, tikar tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal korea, alat berat/excavator, alat komunikasi, makanan pokok/siap saji, masker, obat-obatan dan vitamin.

 

Selain itu, pihak BNPB juga mengaku udah lakukan beraneka usaha dalam mengatasi bencana ini, layaknya BPBD Kab. Majene, Kab. Mamuju. Dan Kab. Polewali Mandar lakukan pendataan dan mendirikan daerah pengungsian.
Juga pihak BPBD setempat berkoordinasi bersama TNI, Polri, Basarnas, Relawan dan Instansi terkait lainnya kegunaan meminta bala bantuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi Majene, Sulawesi Barat diguncang gempa bumi Jumat, 15 januari 2021

Berdasarkan information dari Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang berlangsung terhadap pukul 01.28 WIB itu miliki kemampuan magnitudo 6,2.
Gempa bumi ini merupakan rangkaian gempa bumi terhadap tanggal 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB, bersama magnitudo 5,9.

 

Pusat gempa terletak terhadap koordinat 2.98 LS dan 118.94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat terhadap jarak 6 km Timur Laut Majene, bersama kedalaman 10 km.

 

Hasil mekanisme sumber menyatakan bahwa gempa bumi selanjutnya miliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan gempa bumi dirasakan di beberapa wilayah, dalam skala II hingga V Modified Mercall Intensity (MMI).
Akibat gempa bumi tersebut, kerugian materil pun tidak mampu dihindarkan, longsor 3 titik selama jalan poros Majene-Mamuju mengakibatkan akses jalan terputus.

 

Selain itu dilaporkan juga 300 unit rumah rusak, 1 unit Puskesmas rusak berat, 1 Kantor Danramil Malunda yang mengalami kerusakan berat, jaringan listrik padam, hingga komunikasi selular terputus-putus tidak stabil.