Uncategorized

Hal Unik Yang Hanya Ada di Bali

Bali merupakan tujuan wisata populer di Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang membuat wisatawan pasti ingin berwisata di Bali. Baik keindahan alam pegunungan, danau maupun pantai pasir putih. Selain keindahan pemandangan alamnya, Anda juga bisa menemukan banyak aktivitas wisata yang menyenangkan di Bali seperti wisata arung jeram, wisata bersepeda, dan olahraga air di Tanjung Benoa.

Tahukah anda, hal yang menjadikan pulau Bali terkenal sebagai destinasi wisata bukan karena keindahan alam atau aktivitas pariwisata yang berlangsung. Namun karena keunikan seni budaya yang ada di Bali. Pada halaman ini kami akan merangkum 10 hal unik yang hanya ada di Bali yang tidak ditemukan di daerah lain.

Jika Anda ingin jalan-jalan di daerah Bali & sekitarnya, bisa sewa mobil di bali dengan harga terbaik pada tautan tersebut.

Selain itu, jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Bali, mengetahui daftar beberapa hal unik yang hanya ada di Bali akan membantu Anda dalam merencanakan perjalanan. Karena kejadian unik di Bali setiap hari tidak ada.

Keunikan Pulau Bali

1. Omed-Omedan – Ciuman Masal Di Sesetan

Ada tradisi seremonial unik yang diyakini warga Banjar Kaja Sesetan, Denpasar, Bali bisa mendapatkan tuah. Nama tradisi tahunan itu disebut Omed-omedan, yang juga dikenal dengan ritual ciuman. Jadi saya mau ikut, tapi saya tidak bisa karena hanya untuk orang yang belum menikah.

Omed-omedan adalah bahasa Bali, jika diartikan sebagai daya tarik. Tradisi Omed-omedan dilakukan setiap tahun, yaitu 1 hari setelah Hari Raya Nyepi. Karena tradisi Omed-omedan hanya bisa ditemukan di Bali, saya nomor 1 dalam daftar 10 hal unik yang hanya ada di Bali.

Semua peserta ritual Omed-omedan termasuk anggota muda dari banjar Kaja Sesetan, Denpasar. Peserta Omed-omedan berusia 17–30 tahun dan belum menikah. Sebelum mempraktikkan tradisi Omed-omedan, para pemuda banjar Kaja Sesetan akan berdoa di pura setempat untuk bertahan hidup.

Setelah selesai berdoa, anak laki-laki dan perempuan itu berpisah. Sekelompok pria dan wanita saling berhadapan di Jalan Raya Sesetan Denpasar.

Satu orang akan dipilih di antara dua kelompok pria dan wanita, dan peserta akan dipilih saling berhadapan di kedua sisi dan terkait. Kedua partisipan akan mengunci bibirnya lalu berciuman sambil menuangkan air.

2. Mekepung (Balapan Kerbau)

Nomor dua dalam daftar 10 hal unik yang hanya ada di Bali adalah tradisi Mekepung. Mekepung merupakan tradisi balap kerbau di kabupaten Jembrana, Bali Barat. Ratusan pasang kerbau akan berlomba mencapai garis finis secepat yang bisa dilakukan joki.

Setiap pasang kerbau akan dipasang di atas bajak kayu. Lomba pacuan kerbau diadakan di sekitar Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

3. Perang Pandan Desa Tenganan

Tradisi perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali, sudah terkenal hingga mancanegara. Perang Pandan di Desa Tenganan, bagi masyarakat Bali dikenal dengan sebutan pandan geret. Namun masyarakat adat di Desa Tenganan menyebut tradisi pandan geret dengan sebutan Mekare-Kare.

Tradisi perang pandan di desa Tenganan Pegringsingan tidak hanya berupa pertunjukan adat saja, melainkan memasukkan budaya dan ritual asli Bali masyarakat desa Tenganan. Dengan melakukan ritual perang pandan diyakini warga desa Tenganan akan mencegah terjadinya hal-hal buruk.

Saat ritual Perang Pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, dua pemuda desa akan bertarung di arena tersebut. Setiap pemuda akan membawa rumpun daun pandan sepanjang sekitar 30 cm yang digunakan sebagai senjata. Peserta juga membawa tameng.

Begitu pertarungan dimulai, kedua bocah itu akan saling serang dengan mengusapkan daun pandan di punggung musuh. Tentunya akan menimbulkan cakaran di punggung peserta. Ada yang berani mencoba? Jika saya tidak berani!

Jika ingin menyaksikan ritual Perang Pandan, tiba di desa Tenganan Karangasem pada pertengahan Juni. Ritual perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan biasanya dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Siapapun yang berkunjung diperbolehkan menyaksikan ritual Perang Pandan. Selain itu, tidak ada biaya tiket atau gratis.