Ini Dia Asal Usul Kota Magelang dan Sejarahnya
travel Travelling

Ini Dia Asal Usul Kota Magelang dan Sejarahnya

Asal Usul Kota Magelang Yang Perlu Kamu Ketahui

Asal-usul Kota Magelang yang akan kami sampaikan dalam artikel ini kami kutip dari berbagai sumber yang terpercaya. Jika Anda sedang mencari informasi tentang sejarah kota Magelang mungkin artikel ini dapat membantu.

Magelang adalah salah satu wilayah atau kota di Jawa Tengah. Memiliki luas wilayah 18.12 Km persegi dan memiliki beberapa tempat wisata yang patut untuk dikunjungi. Masyarakatnya masih sangat kental dengan adat istiadat suku jawa. Langsung saja untuk mengetahui sejarah kota ini mari kita simak rangkuman di bawah ini.

Ini Dia Asal Usul Kota Magelang dan Sejarahnya
Ini Dia Asal Usul Kota Magelang dan Sejarahnya

Pada masa lalu, kerajaan Mataram yang diketuai oleh Panembahan Senopati adalah kerajaan yang hebat dan berjaya. Panembahan Senopati mau mengembangkan kawasannya, beliau meminta pendapat Ki Gee Kabahan.

Kemudian, mereka bersetuju untuk membuka lahan di hutan Kedu. Menurut masyarakat, hutan didominasi oleh kerajaan Jin dengan raja yang bernama Jin Sepanjang. Untuk menaklukkan Jin itu, dia mengutus Pangeran Purbaya ke hutan kedu untuk membuka lahan disana.

Cikal Bakal Perkampungan Magelang

Apabila pangeran purebaya  membuka hutan itu, mereka harus melalui pertempuran yang hebat antara tentera kerajaan Mataram di bawah kepimpinan Pangeran Purbaya dan tentera kerajaan Jin. Walau bagaimanapun, Raja Jin sepanjang tetap saja kalah dan melarikan diri.

Sementara itu, Hutan Kedu telah diubah menjadi sebuah kampung yang semakin meningkat dan mempunyai pandangan yang indah.

Dalam orang-orang hidup beberapa pasangan, yaitu Kyai Keramat dan isterinya Nyai Bogem. Mereka memiliki anak perempuan yang cantik bernama Rara Rambar, yang kemudian menikah dengan salah satu kerajaan Mataram yang dipanggil Raden Yellow.

Suatu hari, Kyai suci kedatangan seorang lelaki bernama Santa yang mau melayani dia. Santa adalah penjelmaan Jin Sepanjang yang ingin membalas dendam.

Santa menggunakan sihirnya menyebarkan pelbagai penyakit. Akibatnya, masyarakat terkejut dengan penyakit yang ganas dan kejam. Banyak orang meninggal dunia.

Lihat juga: Wisata Kota Magelag Phuntuk Yang Asri

Ini menimbulkan kebimbangan Pangeran Purbaya, jadi segera memberitahu Panembahan Senopati. Kemudian, Panembahan Senopati berhadapan dan bersentuhan dengan Ratu pantai selatan. Lewat, Panembahan Senopati menyampaikan nasihat dari Ratu pantai selatan ke Putra Purebaya.

Kemudian, Putra Purebaya menjadi Kaget ketika diberitahu bahwa Santa adalah raja Jin, di mana dia yang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat akibat penyakit. Santa yang mendengar Pangeran Purbaya dan Kyai Keramat yang sudah mengetahui penyamarannya melarikan diri. Kyai dan pangeran purebaya mengejarnya dan terjadi ada pertempuran. Ternyata sihir Santa dapat mengalahkan Kyai Keramat sehingga Kyai Keramat jatuh.

Putera Purbaya sangat sedih dengan kematian Kyai Keramat dan memerintahkan untuk mengebumikan mayat Kyai Keramat di kawasan itu. Daerah itu kemudiannya dipanggil Kampung Keramat.

Daerah Kota Magelang

Mendengarkan kematian suaminya, Nyai Bogem sangat marah. Dia mengejar Santa dan pergi. Nyai Bogem dikalahkan oleh Santa dan meninggal. Putera Purbaya memerintahkan pasukkannya untuk mengebumikan mayat Nyai Bogem di kawasan tempat ia meninggal dan menyebut daerah itu sebagai kampung Bogem.

Kematian Kyai Keramat dan Nyai Bogem membuat Putra Purbaya memerintahkan Tumenggung Martoyuda untuk menangkap raja Jin Sepanjang atau Santa. Walau bagaimanapun, tetap saja Raja Jin dapat mengalahkan Tumenggung Mertoyuda. Mertoyuda dikebumikan di kawasan di mana pertempuran melawan raja jin itu dan kemudian tempat itu di sebut kampung Martoyuda.

Raden Krincing, yang merupakan salah satu daripada senopati di kerajaan Mataram, dipanggil untuk membantu membantu memusnahkan raja Jin. gaimanapun, tetap terbunuh juga. Putera Purbaya memerintahkan untuk mengebumikan tubuhnya di medan perang dan kawasan itu di beri nama dengan sebutan Krincing.

Kematian dari bawahannya membuat Putera Purbaya mempunyai niat lebih untuk memusnahkan Santa Alias ​​raja Jin. Dia meminta pasukannya untuk menyerang Santa.

Mitos Sejarah Kota Magelang

Santa berlari ke hutan untuk menghindari serangan itu. Dengan sihirnya, Putera Purbaya dapat melihat Santa. Dan dia segera menyerang Santa, terjadilah pertarungan dasyat antara putera purbaya melawan raja jin. Ternyata sihir Pangeran Purbaya lebih hebat daripada Santa. Akhirnya, Santa dibunuh di tangan Putera Purebaya. Langit menjadi gelap seiring dengan kematian raja Jin.

Raja Jin telah lenyap dan berubah menjadi tombak. Namun, Putera Purbaya tidak berminat dengan tombak tersebut, kerana ia memerintahkan untuk menanam tombak tersebut di atas tanah.

Pertempuran yang dilakukan oleh Putera Purebaya dan tentera Mataram dalam memerangi Santa dengan strategi gelang. Strategi gelang adalah mengelilingi musuh dengan cara berputar, mengelilingi musuh dengan teliti. Oleh itu, Pangeran Purbaya menamakan perkampungan yang di bangun di hutan kedu menjadi daerah yang di sebut daerah Magelang.