Jasa SP PKP di Jakarta Selatan

Apa sih surat pengukuhan pengusaha kena pajak ini atau kerap disebut SPPKP ini? Ya, ini yakni salah satu bukti originalitas bahwa Wajib Pajak baik itu Pribadi ataupun Badan sudah ditetapkan sebagai PKP oleh Kantor Pajak.

Lantas kenapa seseorang maupun PT/CV perlu mengurus SPPKP ini? Dan apa saja profit dan ruginya dalam mengurus PKP ini? Berikut ada 3 Keuntungan dan 3 Ruginya yang dapat menjadi pertimbangan para sahabat dalam menetapkan untuk jadi PKP atau tak.

Keuntungan menjadi PKP merupakan sebagai berikut:

  1. Pelaku Usaha Akan Dianggap Lebih Bonafit

Sebab dengan menjadi PKP, karenanya pelaku usaha baik itu perorangan ataupun badan usaha seperti PT/CV akan dianggap lebih bonafit. Alasannya untuk jadi PKP karenanya pelaku usaha telah seharusnya memiliki sistem keuangan dan perpajakkan yang bagus. Pun untuk menjadi PKP tidak serta merta disetujui dikala pengajuan. Untuk disetujui sebagai PKP, karenanya pelaku usaha wajib terlebih dahulu memenuhi serangkaian pengerjaan dan melengkapi syarat pengajuan PKP yang tentu tak mudah. Sehingga bila sudah menjadi PKP, maka pelaku usaha telah tentu lebih terpercaya dibanding yang belum PKP.

  1. Dapat Mengikuti Tender Pemerintah dan Swasta

Kebanyakkan tender dari Pemerintah telah mewajibkan pelaku usaha untuk berbentuk badan usaha dan juga sudah sudah mesti PKP. Sehingga profit untuk menjadi PKP adalah dapat berpartisipasi penyelenggaraan tender oleh Pemerintah. Tetapi bukan cuma Pemerintah yang mengharuskan PKP, malahan PT besar seperti mereka yang sudah berupa PT Terbuka (go public) juga sudah mensyaratkan agar pelaku usaha yang bertransaksi dengan mereka sudah patut PKP.

  1. Bisa Menerbitkan Efaktur

Tentunya hanya mereka yang telah berstatus PKP yang dapat menerbitkan E-faktur, diluar pelaku usaha yang PKP, tak ada lagi yang dapat menerbitkan E-faktur. Karena untuk menerbitkan efaktur dibutuhkan hak akses login ke aplikasi efaktur yang mana hanya diberikan oleh Kantor pajak kepada pelaku usaha yang sudah mendapatkan Surat pengukuhan pengusaha kena pajak (SPPKP) tadi.

Bagaimana dengan kerugian menjadi PKP? Berikut 3 Kerugian yang dapat kami rangkum.

  1. Tarif Produk Atau Jasa Menjadi Lebih Besar

Jika dibanding dengan mereka yang belum PKP, pelaku usaha yang telah PKP sudah sepatutnya memungut PPN untuk produk dan jasa yang ditawarkan. Sehingga tentunya harga barang dan jasa akan jadi sedikit lebih mahal dan mengurangi kekuatan saing dengan kompetitor lain.

  1. Menambah Keharusan Pelaporan Perpajakan

Jikalau dibanding dengan pelaku usaha yang belum PKP, yang mana umumnya cuma perlu melaporkan SPT tahunan. Maka bagi yang telah PKP, sudah sepatutnya untuk melaporkan SPT masa PPN. Yang mana diperlukan pengetahuan tambahan untuk tatacara lapor yang tentunya sangat teknis sekali. Sehingga dapat dipertimbangkan untuk memakai jasa perpajakan yang ditawarkan oleh para penyedia jasa ataupun konsultan pajak.

  1. Sanksi Besar Sekiranya Tidak Lapor Pajak

Selain harus untuk melaporkan pajak tahunan. Bagi Pengusaha Kena Pajak juga mesti melaporkan PPN tiap bulannya. Jika tak melaporkan yang diakibatkan oleh kekeliruan yang disengaja maupun tak sengaja. Karenanya akan ada sanksi tak lapor yang nilainya ketika ini sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk per masa lapor pajak.

Demikian 3 Profit dan 3 Kerugian yang dapat para teman pertimbangkan dalam menentukan untuk jadi PKP atau tak. Apabila berencana untuk PKP dapat banget ya menerapkan jasa pengurusan dalam mengurusnya. Bisa WA kami di 0821-8087-8858 atau 0812-9694-4720 (sahabatlegal.com)