Uncategorized

Langkah-langkah Mengurus Asuransi Kesehatan untuk Rawat Inap

Saat ini telah banyak instansi atau lembaga yang bisa menerima pengajuan kepemilikan asuransi kesehatan. Salah satu jenis asuransi yang populer digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah  BPJS kesehatan.

Diantara Anda pasti sudah banyak yang tahu jika klaim asuransi banyak memberikan kemudahan.. Beberapa kemudahan tersebut yaitu penanggungan biaya rumah sakit meliputi biaya rawat inap, biaya rawat jalan, biaya operasi dan sebagainya.

Meski banyak keuntungan jika memiliki asuransi, masih banyak orang yang mengeluh mengenai proses klaim asuransi yang tidak mudah. Padahal kenyataannya tidak. Untuk menghindari kesulitan yang sering dikeluhkan tersebut di bawah ini langkah-langkah klaim asuransi untuk rawat inap yang perlu dipahami.

Cara Klaim Asuransi Kesehatan Rawat Inap

  1. Rawat Inap

Langkah-langkah klaim asuransi untuk prosedur rawat inap adalah sebagai berikut.

  • Memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk klaim asuransi

Syarat pertama untuk mendapatkan asuransi rawat inap yaitu dengan memenuhi semua persyaratan yang dibebankan. Salah satu syarat utama untuk melakukan proses klaim asuransi yaitu masa aktif premi.

Apabila premi dalam keadaan tidak aktif maka anda tidak bisa mengklaim asuransi tersebut. Selain itu pastikan semua cicilan pada premi sudah terbayar lunas ya. Karena apabila masih ada cicilan premi yang belum lunas klaim asuransi Anda tidak bisa di proses.

  • Menghubungi pihak pemberi asuransi

Pada dasarnya proses menghubungi pihak asuransi sebelum proses rawat inap terjadi. Hanya saja untuk keadaan kasus darurat proses ini bisa dilakukan paling lambat 2 x 24 jam setelah rawat inap.

  • Menyiapkan berkas administrasi yang dibutuhkan

Biasanya untuk memperoleh asuransi beberapa instansi memiliki persyaratan administrasi yang berbeda-beda. Misalnya saja antara asuransi BPJS Kesehatan dengan jenis  asuransi lainnya memiliki persyaratan yang berbeda.

Jika anda masih pertama kali mengajukan klaim asuransi maka beberapa persyaratan dokumen yang perlu Anda siapkan menyerartakan data diri yang terdiri atas nama lengkap, tanggal lahir, nomor telepon dan nomor polis.

Bagi yang belum tahu nomor adalah kode unik yang diberikan oleh pihak asuransi kepada penerima asuransi. Nomor polis sekaligus menjadi bukti bahwa penerimaan asuransi secara sah terdaftar sebagai nasabah asuransi

Selain menyertakan data diri seperti di atas wajib juga dicantumkan nama rumah sakit rujukan dokter yang digunakan lengkap dengan surat rujukan dari dokter, gejala yang dialami saat sakit, kondisi medis terbaru yang sekaligus menjadi alasan mengapa pasien harus menjalani prosedur rawat inap.

  • Proses penentuan atau pemilihan rumah sakit

Ketika data Anda sudah dinyatakan valid oleh pihak asuransi maka biaya asuransi akan menawarkan rumah sakit rujukan yang bisa anda gunakan. Rumah sakit rujukan ini tidak harus Anda terima dengan mutlak namun anda tetap bisa mengusulkan untuk menggunakan Rumah sakit pilihan anda sendiri.

Meski boleh memilih sendiri rumah sakit yang akan digunakan, namun Rumah sakit tersebut haruslah masuk dalam daftar rekanan pihak pemberi asuransi. Jadi ketika rumah sakitnya Anda pilih tidak termasuk dalam daftar rekanan pihak asuransi otomatis anda membatalkan pilihan tersebut.

  • Proses penyelesaian

Setelah memilih rumah sakit untuk rawat inap, sesampainya di rumah sakit anda hanya perlu menunjukkan kartu polisi anda miliki kepada pihak rumah sakit. Selanjutnya Anda tinggal menjalani proses rawat inap dan proses penanganan biaya administrasi akan ditangani oleh pihak rumah sakit.

Itu tadi penjelasan mengenai langkah-langkah melakukan klaim asuransi kesehatan untuk rawat inap di Rumah sakit. Mengajukan klaim asuransi misalnya saja BPJS Kesehatan saat ini sangat penting karena dapat meringankan biaya berobat.