Uncategorized

Pengertian Klausa, Ciri, Jenis Klausa, Fungsi & Contoh Klausa

 

Klausa – Memahami klausa sebagai unit sintaksis membantu meletakkan dasar yang sangat dalam untuk kerumitan kalimat.

Hal ini dapat terjadi karena ini adalah unit sintaksis, dan klausa berbeda dari unit sintaksis lainnya, baik dalam struktur maupun relasinya, dan jenisnya.

Selanjutnya, untuk mendalami seluk beluk kalimat perlu dipahami lebih jauh.

Jadi dengan mempelajari klausa untuk menjadikannya sebuah harapan, Anda akan dapat memahami dengan baik konsep dan jenis klausa.

Definisi Istilah: Apa itu?

Secara umum, klausa berarti unit sintaksis yang terdiri dari serangkaian kata dengan struktur predikat. Tujuannya adalah untuk memiliki komponen yang terdiri dari kata-kata atau frase dalam struktur.

 

 

Ini tentu saja dapat digunakan sebagai predikat. Adapun sisanya, ia bertindak sebagai subjek, sebagai objek, sebagai deskripsi.

 

 

Jika diberi intonasi akhir, klausa bawahan dapat menjadi deklaratif (berita), imperatif (perintah), dan interogatif (pertanyaan),

Berbeda dengan kata dan frasa yang berpotensi menjadi kalimat tetapi hanya berfungsi sebagai kalimat sekunder.

Menurut istilah pemahaman ahli

Selain pemahaman, ada tanggapan-tanggapan yang disampaikan oleh para ahli yang sangat membantu dalam memperkaya pemikiran dan pemahaman kita. Pendapat para ahli tersebut terhadap pasal tersebut adalah:

  1. Menurut Keraf (1991)

Menurut Keraf (1991), definisi klausa adalah suatu struktur di mana beberapa kata mengandung hubungan fungsional, yang dikenal dalam tata bahasa lama sebagai subjek, predikat, objek, dan deskripsi.

  1. Menurut Badudou (1976)

Menurut Badudu (1976), klausa bawahan berarti kalimat yang merupakan bagian dari kalimat yang lebih besar.

  1. Menurut Ramland (2001)

Ramlan (2001) menekankan dalam pandangannya bahwa makna klausa adalah satuan gramatikal yang terdiri dari S dan P, baik disertai pernyataan maupun tidak.

  1. Menurut Parreira (1978)

Menurut Parera (1978), klausa bawahan adalah kalimat yang memenuhi salah satu pola dasar kalimat inti dengan dua atau lebih unsur sentral.

Fitur Klausa

Ciri-ciri atau ciri-ciri yang disebut klausa adalah:

 Memiliki unsur predikat

 Termasuk sebagai unit gramatikal dalam subjek, predikat, dengan atau tanpa objek dan deskripsi.

 Dalam bentuk rangkaian kata-kata yang dibangun

Tipe Klausa

Perlu dicatat bahwa ada banyak jenis klausa. Oleh karena itu, kali ini kami akan menjelaskan tentang klasifikasi sekitar 2 jenis klausa.

Kedua jenis klausa ini diklasifikasikan menurut struktur dan kategori segmen sebagai predikatnya.

  1. Berbasis struktur

Menurut strukturnya, klausa dibagi menjadi dua jenis: klausa bebas dan klausa mengikat.

Klausa bebas adalah klausa yang unsurnya lengkap, paling tidak dalam susunan subjek-predikat. Perhatikan bahwa klausa ini berpotensi menjadi kalimat utama.

Contoh: Nenek sedang makan

Yang dimaksud dengan klausa mengikat adalah klausa yang sudah tentu memiliki struktur yang tidak lengkap. Itu bisa hanya berisi subjek, hanya objek, atau hanya deskripsi. Diketahui bahwa jenis klausa bawahan ini tidak berpotensi menjadi kalimat utama.

contoh:

 Syarat yang diizinkan oleh ibu

 Klausa Membaca komik adalah klausa pengikat yang menjawab suatu pertanyaan. Klausa if the mom allow it adalah klausa dalam kalimat majemuk, yaitu saya akan bergabung jika ibu mengizinkannya.

 Syarat “Baca Komik.

  1. Segmentasikan kategori elemen berdasarkan predikat

Menurut jenis klausa, itu dibagi menjadi klausa kata kerja, klausa kata benda, klausa kata sifat, klausa adverbial dan klausa preposisional.

Semacam. istilah nominal

Penting untuk dicatat bahwa klausa kata benda adalah klausa di mana P terdiri dari kata atau frasa dari kelompok kata benda.

Baca Juga : https://bit.ly/3PvcZaP

 Contoh: Dia adalah seorang guru

  1. klausa lisan

Selanjutnya, klausa kata kerja berarti klausa yang predikatnya termasuk dalam kategori kata kerja. Perlu dicatat bahwa ada 4 macam klausa verba, antara lain klausa transitif, klausa intransitif, klausa refleksif (kata kerja yang menyatakan “tindakan” dari “pelaku” tindakan itu sendiri), dan klausa yang setara (berarti “interaksi”) kata kerja) ).

contoh:

 Saya berpakaian (klausa refleksif)

 Saya membeli buku (klausa transitif)

 Saya menangis kemarin (klausa intransitif)

 Saya bertengkar dengan Ani kemarin (klausa timbal balik)

  1. klausa adverbial

Klausa adverbial berarti bahwa predikatnya adalah klausa adverbial.

 Contoh: sangat keras kepala (adverbia)

  1. klausa preposisi

Klausa preposisi adalah klausa yang predikatnya terdiri dari kata atau frasa yang tergolong kata depan.

 Contoh: Saya di rumah dan Ayah pergi ke pasar

  1. Ketentuan Angka

Klausa numerik atau klausa numerik adalah klausa di mana P terdiri dari kata atau frasa yang dikelompokkan secara numerik.

 Contoh: Ada dua belas anak

Demikian informasi tentang definisi klausa, ciri-ciri, jenis klausa dan contohnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Itu saja, terima kasih. Salam berbagi teman.

Sumber : rivierapublishing.id