Pesona Keindahan Taman Nasional Komodo

Ditetapkannya Taman Nasional Komodo selaku The New 7 Wonders of Nature pada 2012 kemudian menjadikan kunjungan turis ke posisi ini terus menjadi bertambah. Halaman nasional yang jadi habitat endemik komodo ini membentang di antara Pulau Sumbawa serta Pulau Flores, dan mempunyai pesona yang begitu menawan.

Binatang komodo( Varanus komodoensis) memanglah jadi ikon dari halaman nasional ini, namun kekayaan alam yang dipunyai tidak cuma sebatas itu. Kawasan yang dikelola Balai Halaman Nasional Komodo ini sesungguhnya ialah gugusan sebagian pulau yang tercipta akibat pertemuan 2 lempeng daratan Asia serta Australia.

Tidak hanya itu, terdapat banyak sekali aktivitas serta destinasi wisata yang bisa didatangi di kawasan Halaman Nasional Komodo/ Komodo National Park seluas 1. 733 kilometer persegi ini. Apa saja itu? ikuti baik- baik pembahasan lengkap menimpa Halaman Nasional Komodo berikut ini.

1. Letak serta Topografi

Halaman Nasional Komodo secara geografis terletak di antara 119°20’ 95’’– 119°49’ 20’’ Bujur Timur serta 8°24’ 35’’– 8°50’ 2’’ Lintang Selatan. Sedangkan secara administratif kawasan ini terletak di kawasan kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai, provinsi Nusa Tenggara Timur, yang membentang di antara Pulau Flores serta Pulau Sumbawa.

Topografi wilayahnya datar, berbukit, hingga bergunung- gunung. Apalagi di sebagian titik berbentuk lereng yang curam dengan kemiringan antara 0 hingga 80 derajat.

Sebab ialah kawasan pertemuan lempeng Sahul serta lempeng Sunda, daerah ini mempunyai sebagian gunung berapi, misalnya Gunung Sangaeang Api. Sebaliknya gunung paling tinggi di kawasan TN Komodo merupakan Gunung Satalibo( 735 mdpl) di Pulau Komodo serta Gunung Dora Ora( 667 mdpl) di Pulau Rinca.

2. Geologi serta Tanah

Sebab terletak pada pertemuan 2 lempeng, hingga kawasan halaman nasional ini sempat hadapi letusan vulkanis yang besar pada era dulu. Tekanan yang begitu besar pula menyebabkan terumbu karang terangkat serta bermacam kegiatan vulkanik yang lain terjalin. Walhasil terbentuklah bermacam pulau di kawasan ini.

Struktur tanah halaman nasional ini didominasi oleh tanah liat, batu kapur, konglomerat kapur, serta batu vulkanis, paling utama di daerah Pulau Komodo Timur, Pulau Padar, serta Pulau Rinca. Terdapat pula tipe tanah lain, ialah tanah mediterania merah kuning, latosol, dan gramosol.

3. Hawa serta Hidrologi

Bersumber pada klasifikasi Schmitt serta Fergusson, keadaan hawa di kawasan halaman nasional ini tercantum dalam jenis F. Jenis ini ialah kalangan daerah yang sangat kering. Curah hujan dalam setahun dekat 800 sampai 1. 500 milimeter. Sedangkan temperatur hawa maksimum merupakan 43° celcius serta minimum 17° celcius.

Angin kering bertiup kencang dari arah Tenggara pada bulan April sampai November serta menimbulkan terbentuknya masa kemarau di halaman nasional ini. Sebaliknya pada bulan Oktober sampai Maret, angin bertiup dari arah barat laut yang menimbulkan masa basah ataupun hujan di kawasan Halaman Nasional Komodo.

4. Ekosistem& Zonasi

Ekosistem di Halaman Nasional Komodo terdiri dari ekosistem dasar laut, ekosistem sabana, serta ekosistem hutan. Bersumber pada Peraturan Pemerintah Nomor. 28 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam serta Kawasan Pelestarian Alam, pada pasal 16 ayat 1 serta 2 dipaparkan kalau penyusunan kawasan dicoba dengan menyusun zonasi serta tata daerah kerja, dan pada pasal 18 ayat 1 serta 2 menarangkan tentang zonasi pengelolaan Halaman Nasional meliputi Zona Inti, Zona Rimba, Zona Pamanfaatan, serta/ ataupun zona lain cocok dengan keperluan yang diresmikan oleh Menteri ataupun pejabat bersumber pada kriteria.

Info Wisata Indonesia kunjungi Travel Go