Flm

Review Cerita Masa Kecil Upin Ipin yang Mengharukan

Ini Alasan Upin & Ipin Botak, dan Tanpa Orang Tua - Tokopedia Blog

Cerita Upin dan Ipin selalu membuat gelak tawa, terutama untuk anak-anak kecil yang menyukai. Namun, ternyata ada juga salah satu cerita yang juga membuat terharu. Kisahnya tidak lain pastinya bercerita mengenai kelakuan dua anak kembar tersebut, yang selalu didampingi oleh neneknya opah dan kakaknya kak Ros.

Asal Usul Kain Merah Ipin

Episode Upin Ipin kali ini menceritakan asal muasal masa kecilnya, dimana cerita tersebut berhubungan dengan kain merah yang selalu dipakai Ipin. Pasti sebelumnya banyak yang heran dan bertanya kenapa Ipin selalu memakai kain merah di belakang tapi Upin tidak. Inilah jawaban dari semua kebingungan itu yang sudah ditunggu-tunggu.

Ternyata kain merah Ipin itu sudah berasal dari masa kecilnya, dimana pada saat itu masih ada ayah dan ibunya. Kain merah tersebut merupakan peninggalan dari ibunya yang membuatkan slabber atau yang dikenal dengan celemek bayi untuk Upin Ipin. Slabber itu selalu dipakaikan ketika keduanya sedang makan, tapi sayangnya Upin tidak betah dan selalu melepaskannya.

Bedanya dengan Ipin, justru malah menyukai slabber buatan ibunya itu hingga sekarang dan tak pernah dilepas ataupun hilang. Konflik yang terjadi adalah kain merah itu hilang bersama hujan angin, karena dicuci dan dijemur oleh kak Ros. Bagaimana sedihnya Ipin saat peninggalan ibunya itu harus hilang karena kak ros.  Tapi semuanya berusaha menghibur dan mencarikan kain itu setelah hujan reda.

Kisah Keluarga Sangat Menyentuh

Cerita ringan dari kisah Upin Ipin kadang juga banyak yang memberi pesan moral ataupun menyentuh. Seperti halnya pada episode yang tadi sudah diceritakan sebelumnya, pada saat Ipin merasa sedih kehilangan kain merahnya seluruh keluarga merasakan kesedihannya dan membantu mencari dengan cara masing-masing.

Upin sebagai kembarannya tentunya tidak ingin melihat adiknya sedih, Upin berusaha sekuat tenaga berkeliling satu kampung mencari kain tersebut dibantu para sahabatnya. Sedangkan, kak Ros berusaha mencarikan kain serupa dan meminta tolong pada bang shaleh untuk menjahitkan. Namun, berbeda dengan Opah yang melihat semua barang peninggalan ibu Upin Ipin di kamar yang memang sudah sejak lama dibuat untuk menyimpan semua kenangan orang tua cucunya itu.

Walhasil, Opah lah yang sudah menghasilkan sesuatu dengan menemukan kain yang sama milik Upin yang sering dibuang oleh Upin dulu. Walaupun kak Ros sudah berhasil mendapatkan pengganti kainnya, tapi hal tersebut tidak membuat Ipin senang. Tapi pada akhirnya kain merah Ipin pun ditemukan dalam keadaan sudah rusak, maka itu makin membuat Ipin menangis kencang.

Namun, akhirnya Opah berhasil menenangkan Ipin pada awalnya dengan menunjukkan kain yang sama kepunyaan kakaknya. Mendengar hal tersebut Upin langsung merebut kain miliknya tersebut, tapi tidak sampai semenit Upin pun sudah memasangkan kembali ke leher adiknya sebagai hadiah.

Cukup membuat terharu dengan keluarga yang sangat saling menyayangi seperti itu. Banyak hal positif yang bisa dicontoh di dalamnya, termasuk perasaan kekeluargaan yang sangat erat. Bahkan, terciptanya jalinan persahabatan kuat yang dimiliki Upin Ipin bersama teman-temannya.

Unsur Komedi Di dalamnya

Walaupun cerita serial Upin Ipin yang satu ini berakhir haru, tapi tetap ada unsur komedi yang memancing gelak tawa. Kelucuan itu pastilah datang dari kekonyolan Upin dan Ipin bersama teman-temannya.

Dimana pada saat Upin dan Ipin ingin mencari kain itu dilihat oleh para sahabatnya itu, celetukan fizi yang ceplas ceplos dan sangat polos itu sering membuat lucu. Juga otak bisnis mail yang selalu muncul di saat sedang serius mencari kain. Serta ulah Upin yang selalu menggoda Ipin yang  sedang sedih juga membuat Anda pasti tersenyum-senyum.