Uncategorized

Satu dasawarsa sesudah Sailor Moon mengawali kiprahnya, sutradara membuat anime olahraga yang lebih terkenal

Sailor Moon adalah seri anime terpopuler yang sempat ada, hingga bahkan juga fans non-anime condong mengetahuinya. Beberapa penghargaan atas keberhasilan Sailor Moon bisa dikasih ke Junichi Sato, sutradara yang tangani dua musim pertama anime dan menolong memberi Sailor Moon seni yang unik dan terkesan. Tetapi, 10 tahun sesudah kiprah Sailor Moon, Sato membuat anime lainnya, dengan bersedih diacuhkan.

Satu dasawarsa sesudah Sailor Moon mengawali kiprahnya, sutradara membuat anime olahraga yang lebih terkenal

Di tahun 2003, Kaleido Star dikeluarkan di TV Tokyo. Seri anime ini dibikin dan disutradarai oleh Junichi Sato. Reiko Yoshida, yang paling dikenali karena kreasinya di K-on! Film! dan Blue Exorcist: Film ini tangani scenario acara. Seri ini dianimasikan oleh studio animasi legendaris Gonzo, yang dikenali karena menghayati classic kultus seperti Welcome to the N.H.K., Hellsing, dan Gankutsuou: The Count of Monte Cristo.

Seri ini ikuti Sora Naegino, seorang gadis muda yang kehilangan ke-2 orang tuanya dalam kecelakaan ironis. Salah satunya masa lalu Sora yang paling bernilai ialah keluarganya membawa ke sirkus namanya Kaleido Stage. Sora mimpi tergabung dengan Kaleido Stage dan memulai latihan sebagai akrobat. Demikian ia lulus SMP, Sora ke Amerika untuk ikuti audisi untuk Kaleido Stage. Tetapi, hal -hal yang selekasnya salah untuk gadis malang itu karena kopernya diculik dan melewati audisinya. Tetapi, saat pemain lain cedera, pemilik Kaleido Stage, Kalos Eido, memungkinkannya Sora tampil.

Tetapi, ini menyebalkan beberapa pemain lain, yang berpikiran jika Sora memperoleh tugas lewat peruntungan dibanding ketrampilan, memaksakan Sora bekerja sangat keras untuk memperoleh rasa hormat mereka. Disamping itu, Sora berjumpa sama orang bodoh, seorang komedian kecil menyimpang yang cuma dapat disaksikan Sora. The Fool memperlihatkan jika ada suatu hal yang lebih terjadi di permukaan tahapan kaleido legendaris, khususnya saat Sora belajar mengenai beberapa tehnik terlarang dogma.

Bintang Kaleido mencolok karena tidak ada lainnya semacam itu. Walau memakai seni gadis ajaib, plotnya lebih dekat sama sinetron olahraga, dengan Sora jalani kegiatan rutin training semi-realistis. Pemain Cirque du Soleil dan legenda sirkus Jepang Dio Kobayashi ialah penasihat khusus untuk seri dan itu memperlihatkan. Seri ini perlakukan akrobat sirkus dengan hormat dan semua tindakan mempunyai beberapa dasar dalam realita. Tetapi, seperti umumnya anime olahraga, atraksi ini dibuat disekitaran sinetron yang dilakukan oleh watak. Ini terhitung beberapa sinetron interpersonal yang realitas dan mengagetkan, karena Sora harus menangani kedengkian pemain lain buatnya dan memperoleh rasa hormat mereka. Pentas Kaleido terusik oleh kecemburuan dan politik intern. Ini kerap membuat beberapa pemain lakukan apa saja untuk maju, tidak perduli berapa menyakitkan seseorang, dengan beberapa bahkan juga melumpuhkan tandingan mereka.

Bintang Kaleido dilakukan tindakan dengan musim ke-2 namanya Kaleido Star: New Wings. Musim ini meneruskan perjalanan Sora dengan pentas Kaleido. Itu menyaksikan Leon Oswald, seorang seniman trapeze, tergabung dengan pentas Kaleido dan mengguncangkan group, mengakibatkan permasalahan dan sinetron baru. Tetapi, Junichi Sato tidak arahkan musim ini, memberikan pekerjaan ke Wotakoi: Cinta itu susah untuk sutradara Otaku Yoshimasa Hiraike.

Seri ini mendapatkan beberapa spin-off. Ini terhitung ova namanya The Amazing Princess Without a Smile yang menelusuri background orang bodoh. Ada pula ova animasi computer yang disebutkan Good Da Yo! Goood !! yang tampilkan celana pendek yang fokus pada mengolah, ketrampilan sirkus, dan drama humor. Pada 2005 Legend of Phoenix ~ Layla Hamilton Monogatari ~ di-launching. Film TV ini fokus pada watak berulang-ulang Layla Hamilton dan ikutinya saat ia coba mendapati dianya saat sebelum atraksi besar mendatang. Tetapi, ini memaksakan Sora dan rekan -temannya untuk cari Layla, memandang ia lenyap.

Seri ini mendapatkan penyesuaian manga di tahun 2007 yang disebutkan Kaleido Star ~ Wings of the Future ~. Seri ini diserialkan di majalah Sh┼Źnen Fang, dan diputuskan 15 tahun sesudah anime dan ikuti adik wanita Sora, Yume. Untungnya, seri anime, terhitung The Amazing Princess Without A Smile OVA, ada lewat funimation dalam pola subbed dan dipanggil . Maka fans Amerika bisa lakukan streaming dan nikmati classic yang diacuhkan ini.

Bintang Kaleido Junichi Sato ialah jam tangan yang memikat karena tidak ada yang semacam itu. Kombinasi olahraga, sinetron, dan gadis -gadis ajaib membuat mencolok dari keramaian dan, walau kedengar agak aneh di atas kertas, seri ini bekerja yang baik. Ini dibungkus sarat dengan watak yang terkesan dan mencekram sinetron manusia, bahkan juga bila lebih gelap serta lebih intensif dari yang kemungkinan Anda harap. Bila Anda seorang fans Sailor Moon, atau fans anime yang ingin coba suatu hal yang lain, bintang kaleido ialah sebanding sama waktu Anda.

 

 

 

Baca Anime di westmanga