ObatCovid
Berita

Sempat Viral, Ini Obat Penyembuh Covid Terbaru dari China

Sejak pandemi virus covid 19 ini melanda di seluruh penjuru dunia, muncullah obat penyembuh covid dari china yaitu tepatnya di daerah Lianhua, Qingwen ini sempat viral dan sudah menyebar luas ke berbagai lapisan masyarakat.

Kabarnya, obat tradisional yang berasal dari china tersebut mampu meredakan sebagian besar gejala yang dialami oleh para pasien virus covid 19 bahkan juga dipercaya mampu untuk menyembuhkannya.

Di sisi lain berbagai organisasi pun mulai mendatangkan obat penyembuh covid dari china tersebut dan membagikannya secara cuma-cuma kepada masyarakat yang terdampak virus covid 19 tersebut.

Tetapi sayangnya badan pengawas obat dan makanan alias bpom sendiri menyebutkan bahwa ternyata kandungan yang ada pada obat penyembuh covid dari china tersebut ternyata mempunyai efek samping yang dapat mengakibatkan hal buruk terhadap organ tubuh manusia, terutama di bagian jantung.

Dikhawatirkan nantinya obat penyembuh covid dari china tersebut justru malah bisa menimbulkan efek samping yang sangat berbahaya bagi organ tubuh manusia seperti halnya serangan jantung yang mendadak hingga timbulnya gejala stroke. Maka dari itu perlu pengawasan lebih lanjut dari para ahli atau dokter untuk penggunaannya.

Obat Penyembuh Covid Terbaru dari China

Dilansir melalui laman resmi Zine.id, Perhimpunan Dokter spesialis kardiovaskular indonesia dan juga beberapa organisasi profesi lainnya menyebutkan bahwa salah satu jenis obat  yang bernama azitromisin dipercaya dapat untuk mengurangi infeksi bakteri,  antivirus, dan bahkan juga sebagai vitamin c dalam kadar yang tinggi.

Bahkan mereka pun juga menyebutkan bahwa obat-obatan yang bersifat suportif seperti halnya obat modern maupun obat tradisional (fitofarmaka) yang merupakan asli indonesia dan juga sudah teregistrasi di badan pengawas obat dan makanan atau bpom dapat mempertimbangkannya kembali untuk diberikan kepada para pasien pengidap virus covid 19.

Selain itu kepala badan pengawas obat dan makanan tersebut juga menghimbau bahwa masyarakat jangan terlalu mudah terbujuk rayu akan iklan maupun pendapat seseorang yang mengatakan bahwa obat herbal dapat mengobati covid 19 secara ampuh.

Hal ini tak lain karena sampai saat ini badan pengawas obat dan makanan sendiri tidak pernah memberikan klaim terhadap khasiat ampuh dari obat herbal yang dipercaya mampu menyembuhkan gejala dari virus covid 19.

Surat yang berasal dari bpom dan ditunjukan kepada bnpb pada tanggal 2 mei 2020 kemarin menyebutkan bpom sendiri melarang adanya penggunaan ephedra spp alias moxibustion ephedra untuk kandungan obat trasional.

Hal ini tak lain karena di dalam obat tradisional yang mengandung salah satu zat tersebut maka akan dikhawatirkan bisa mendapatkan efek samping yang lebih buruk lagi bagi para penderita infeksi virus covid 19 sendiri.

Seperti halnya yang sudah dijelaskan di bagian awal tadi  bahwa ditakutkan nantinya dampak yang serius tersebut dapat memicu timbulnya serangan jantung bahkan hingga stroke.

Ada juga pelarangan menthol yang ditambahkan dalam penggunaan obat tradisonal tersebut. Hal ini disetujui oleh badan pengawas pangan dan obat beserta kementerian kesehatan sendiri. Tetapi hal tersebut ditoleransi apabila digunakan sebagai perisa dalam batas maksimal kurang lebih sebesar 14 miligram saja per harinya.

Maka dari itulah badan pengawas obat dan makanan sendiri memberikan persyaratan khusus kepada para lembaga yang akan mendatangkan obat-obatan tradional atau herbal tersebut untuk menempelkan stiker cara penggunaan, stiker manfaat dari penggunaan obat tersebut, hingga anjuran untuk penggunaan dalam pengawasan dokter atau para ahli.

Sumber