Berita

Struktur Birokrasi

Struktur Birokrasi

Struktur Birokrasi

Struktur birokrasi juga sering disebut sebagai ciri atau ciri birokrasi. Struktur birokrasi diciptakan oleh Weber untuk menjelaskan apa yang sebenarnya disebut dengan sistem birokrasi, untuk membedakannya dengan administrasi tradisional. Menurut Amitai Etzioni (1985) dalam bukunya “Modern Organization”, ada tujuh ciri struktur birokrasi, yang dikemukakan Weber secara rinci. Weber mengatakan bahwa semua fitur ini menciptakan struktur yang sangat rasional.

Birokrasi Pertama

Ciri pertama birokrasi adalah pengaturan fungsi kantor yang tetap dan terikat aturan. Sistem aturan merupakan prinsip sentral dalam sistem birokrasi. Fungsi terpenting dari seperangkat aturan dalam suatu organisasi adalah untuk memfasilitasi standardisasi; dengan adanya proses ini banyak hal dan hal yang bisa diselesaikan secara seragam. Misalnya, jika seorang karyawan dihukum dengan pemotongan gajinya sebagai denda cuti tanpa pemberitahuan sebelumnya, denda tersebut harus sama dengan denda karyawan lain yang melakukan kejahatan yang sama. Serangkaian aturan standar ini juga dimaksudkan untuk memastikan keseragaman dalam pelaksanaan setiap tugas, dengan seperangkat aturan yang mendefinisikan tanggung jawab, peran dan bidang tanggung jawab untuk setiap anggota dan hubungan di antara mereka.

Birokrasi Kedua

Ciri kedua birokrasi adalah adanya bidang kompetensi yang terspesialisasi. Ini mengacu pada area tanggung jawab yang ada di karyawan atau departemen dan digunakan untuk melakukan berbagai fungsi yang merupakan bagian dari proses sistematis pembagian kerja atau spesialisasi. Dalam melaksanakan tugas yang berbeda, organisasi birokrasi membagi kegiatan administrasi menjadi bagian-bagian yang masing-masing memiliki fungsi tertentu dan berbeda dengan fungsi bagian lainnya. Dalam suatu organisasi misalnya, fungsi khusus bagian keuangan adalah untuk memprediksi kebutuhan dana, menghimpun dana untuk organisasi, mengelola dana dan memastikan agar dana digunakan secara optimal, sedangkan fungsi bagian sumber daya manusia khusus rekrutmen. , pelatihan. dan pengembangan, penilaian kinerja, dll. berkaitan dengan sumber daya manusia.

Birokrasi Ketiga

Ciri ketiga birokrasi adalah pembagian departemen didasarkan pada prinsip hierarki. Setiap divisi yang level terendah dalam hierarki berada di bawah kendali dan pengawasan level yang lebih tinggi. Tujuan hierarki ini adalah untuk memastikan bahwa setiap departemen dikelola secara sistematis oleh departemen tertentu lainnya. Dalam hierarki ini, setiap departemen harus bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan dan tindakannya sendiri atau aktivitas karyawannya. Posisi didefinisikan dalam hierarki dengan rantai komando yang jelas (Robbins & Coulter, 2009). Pada setiap tingkatan hierarki, setiap jabatan berhak memberi perintah dan arahan kepada bawahannya, dan bawahan wajib menaatinya. Setiap keputusan dan tindakan departemen bawahan memerlukan persetujuan atasan.

Birokrasi Keempat

Ciri keempat birokrasi adalah bahwa aturan yang mengatur perilaku suatu departemen dapat berbentuk aturan atau standar teknis. Menurut karakteristik ini, hanya orang-orang dengan pelatihan teknis yang memadai yang umumnya dianggap cukup kompeten untuk mengisi departemen staf administrasi. Menurut Weber, dasar dari kekuasaan birokrasi adalah pengetahuan dan pelatihan setelah diperoleh. Robbins dan Coulter (2009) menyebut sifat ini sebagai seleksi formal, dimana pemilihan karyawan didasarkan pada kualifikasi profesional yang dimiliki seseorang. Situasi ini dapat menguntungkan organisasi karena memiliki karyawan yang berkualitas yang dapat berkontribusi pada proses organisasi yang lancar dan efisien. Selain itu, situasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi individu, karena ia mendapat kesempatan untuk menunjukkan keahliannya dalam organisasi.

Birokrasi Kelima

Ciri birokrasi kelima ialah menekankan prinsip bahawa anggota staf pentadbiran tidak dapat memiliki saranan produksi dan pentadbiran. Scott (2003) memberikan contoh apakah benda yang tidak boleh dimiliki tersebut, contoh yang dinyatakan olehnya adalah seperti peralatan dan kelengkapan yang ada dalam organisasi serta hak kuasa dan hak istimewa yang ada dalam pentadbiran organisasi. Kesemua item tersebut adalah hak milik jabatan dan bukannya hak milik kakitangan jabatan. Sebagai contoh disini, seorang pekerja tidak boleh mengambil komputer yang disediakan dalam pejabat untuk dibawa ke rumahnya bagi tujuan peribadi. Mengikut prinsip ini terdapat pemisahan antara harta milik organisasi yang digunakan secara rasmi dengan harta milik peribadi seorang kakitangan jabatan.

Birokrasi Keenam

Ciri birokrasi yang keenam ialah organisasi perlulah bebas daripada setiap pengendalian luaran. Apa yang dimaksudkan dengan pengendalian luaran ini ialah organisasi tidak dimonopoli oleh mana-mana jabatan yang ada dalam organisasi tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kebebasan organisasi tersebut. sumber-sumber yang ada harus bebas untuk ditempatkan dan ditempatkan semula ke dalam jabatan-jabatan sesuai dengan keperluan organisasi. Dalam hal ini dapatlah disimpulkan bahawa jabatan tidak boleh memiliki organisasi secara rasmi.

Birokrasi Ketujuh

Ciri birokrasi yang ketujuh ialah segala tindakan, keputusan dan peraturan dalam hal pentadbiran harus dirumus dan dicatatkan secara bertulis. Ramai yang berpendapat bahawa prosedur ini dirasakan tidak penting dan tidak sesuai dipraktikkan dalam sebuah organisasi yang rasional. Sebaliknya sistem pencatatan yang berlebih-lebihan ini dianggap tidak rasioal, hal inilah yang menyebabkan kepada istilah “red tape” . Istilah ini merujuk kepada urusan dokumentasi yang sering menyebabkan kelewatan proses. Walaubagaimanapun Weber ada menekankan bahawa semua kegiatan organisasi yang penting dan perlaksanaan peraturan harus ditafsirkan secara sistematik, iaitu dengan menggunakan sistem pencatatan. Semua hal tersebut tidak dapat dilakukan melalui komunikasi lisan kerana sistem itu dianggap tidak sistematik.

Sumber Rangkuman Terlengkap : https://www.seputarilmu.com/